Deklarasi Damai Suporter Kalimantan Barat Bersama KONI Kalbar
Dunia olahraga seringkali diwarnai oleh rivalitas panas yang jika tidak dikelola dengan bijak dapat memicu gesekan sosial di tengah masyarakat. Di wilayah Kalimantan Barat, kesadaran akan pentingnya menjaga kerukunan antar kelompok pendukung menjadi agenda utama dalam membangun iklim olahraga yang sehat dan kondusif. Sebuah momentum bersejarah tercipta melalui sebuah Deklarasi Damai Suporter Kalimantan Barat yang menyatukan berbagai warna bendera kelompok pendukung dalam satu semangat persaudaraan. Langkah ini diambil untuk menegaskan bahwa sportivitas di dalam lapangan harus dibarengi dengan kedewasaan di tribun penonton, menjadikan olahraga sebagai sarana pemersatu bangsa, bukan pemecah belah komunitas lokal.
Semangat damai yang diusung dalam pertemuan akbar ini merupakan respon atas kerinduan masyarakat akan tontonan olahraga yang aman bagi keluarga. Selama ini, stigma negatif seringkali menempel pada kelompok pendukung tertentu akibat aksi provokasi yang merugikan banyak pihak. Melalui dialog yang difasilitasi oleh jajaran pengurus olahraga daerah, para pemimpin kelompok suporter bersepakat untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal, di dalam maupun di luar stadion. Suara Kalimantan Barat mencatat bahwa komitmen ini bukan sekadar janji di atas kertas, melainkan sebuah janji moral yang akan diimplementasikan melalui pembentukan koordinator wilayah yang bertanggung jawab menjaga ketertiban anggota masing-masing.
Peran aktif dari otoritas olahraga di Kalimantan Barat dalam menjembatani perbedaan pendapat antar kelompok ini patut mendapatkan apresiasi. Olahraga, khususnya sepak bola dan basket yang memiliki basis massa besar, harus dikembalikan fungsinya sebagai hiburan rakyat yang menggembirakan. Dalam naskah kesepakatan tersebut, ditekankan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama waktu pertandingan berjalan, selebihnya semua adalah saudara sebangsa dan setanah air. Dukungan dari Kalbar untuk menciptakan stadion yang ramah anak dan perempuan menjadi prioritas utama, sehingga atmosfer pertandingan menjadi lebih positif dan mendidik bagi generasi muda yang baru mengenal dunia olahraga.
Pihak keamanan dan pemerintah daerah juga memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini dengan menjanjikan kemudahan perizinan pertandingan jika situasi tetap terkendali. Pendidikan mengenai etika menjadi suporter yang cerdas terus digalakkan melalui kampanye di media sosial. Suporter diajak untuk lebih fokus dalam memberikan dukungan kreatif melalui nyanyian dan koreografi yang indah, daripada terjebak dalam aksi saling ejek yang tidak produktif. Dengan berkurangnya potensi konflik, sponsor dan pihak swasta akan lebih tertarik untuk berinvestasi dalam pengembangan klub-klub lokal di wilayah ini, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas kompetisi dan kesejahteraan para atlet itu sendiri.